Kamis, 01 Desember 2016

emang kenapa kalo gue single fighter??? (curhatan si emak)

Entah kenapa tergelitik buat nulis ini. Bukan untuk apa-apa sih. cuma pengen aja. Melihat banyaknya berita dan postingan tentang "janda" di sosmed.

Well, predikat janda emang sesuatu banget di kalangan masyarakat. Status janda bagi sebagian besar orang dipandang miring. Banyak kasak kusuk dan bahkan cemoohan dari orang - orang nyinyir. Terutama yang memandang orang dari status sosial di masyarakat. oh helllooo uda mau 2017 coy. Masih jaman mandang orang dari statusnya?

Ga ada perempuan dimanapun di dunia yang bercita - cita jadi janda. ya kaliii... hahaha.  Lebih enak masih punya lakik, ada yang kelonin tiap malem.. 😂😂
Lain cerita kalo pasangan kita meninggalkan karena menghadap sang pencipta 🙁🙁

Gue sendiri memilih untuk menjanda. Kenapa? ya karena gue ingin bahagia. Untuk apa punya pasangan jika harga diri dibantai dan disakiti. Gue salut banget sama perempuan yang masih bertahan dengan pasangannya walaupun disakiti. Entah karena memang benar - benar cinta atau hanya mempertahankan status dan risau tentang pandangan masyarakat. Itu hak mereka.

Gue sangat respect juga dengan perempuan - perempuan mandiri yang memilih hidup sendiri dan bahagia dengan caranya sendiri. Tidak perduli apa kata orang, karena mereka sendiri yang merasakan dan menjalani hidup mereka.

Nah ini nih, bagi orang - orang yang sering nyinyir. Perempuan yang memilih untuk hidup sendiri tanpa suami harus siap menanggung semua sendiri terutama biaya hidup dan anak. Kalo loe - loe pada masih ada suami yang menyokong, kami harus bekerja lebih keras. Tidak semua wanita single a.k.a janda demen morotin lakik orang ya. Jadi jangan disamain. Baru loe tau statusnya janda, loe mikir dia pasti perebut lakik orang. oh hellooo... pinter dikit. Dengan memilih status ini, perempuan yang cerdas sudah siap dengan segala konsekuensinya. Termasuk bekerja lebih keras dari perempuan lainnya.

Janda, apalagi yang memilih status ini karena tersakiti pasangan sebelumnya sangat lebih mengerti bagaimana rasanya pasangan berpaling. Sakit.. Gue aja sampai kurus. Gue pribadi sangat menghindari lakik yang masih berstatus suami orang. Jadi kalo loe punya pandangan semua janda suka rebut lakik orang, terserah loe  😂😂. Ga sedikit perempuan - perempuan lajang kekinian pun doyan lakik orang yang mapan lho. Demi mencukupi gaya hidup. Tanpa peduli si lakik punya anak istri yang penting isi dompet. Nah lho...

Jangan heran kalo kami lebih menggoda, dalam artian berpenampilan lebih menarik dari sebelumnya. Gue pribadi nih, sejak memilih menjadi single mom jadi lebih tenang dan lebih ringan karena semua beban rasanya hilang. Luka - luka dan sakit hati udah menguap. Jadi lebih happy, dan secara tidak langsung jadi bisa memperhatikan penampilan. Apalagi dulu, penampilan juga menjadi faktor kenapa gue bisa menyandang status ini sekarang.

Kembali lagi ke masing - masing individu. Membuka pikiran, wawasan dan pergaulan kita jadi lebih luas. Menilai orang dari kualitas diri bukan dari status sosialnya. Karena kita tidak tahu apa yang sudah mereka lewati.

Buat orang - orang yang nyinyir apalagi perempuan, yang masih lajang maupun yang sudah punya pasangan gue harap kehidupan asmara kalian berjalan sesuai kehendak kalian. Jadi, kalian tidak usah merasakan keseruan menjadi janda terutama janda muda seperti yang sering kalian cibir.

Roda kehidupan itu muter, kita tidak tau kapan dan apa yang akan terjadi nanti. Stay positive..

Sekali lagi, gue nulis ini cuma sekedar menyampaikan opini gue sendiri. Suka ga suka terserah yang baca..

yukm ahh cuus.. hujan2 mari merapatkan selimut. guling mana guling?? 😂😂😂