Kamis, 01 Desember 2016

emang kenapa kalo gue single fighter??? (curhatan si emak)

Entah kenapa tergelitik buat nulis ini. Bukan untuk apa-apa sih. cuma pengen aja. Melihat banyaknya berita dan postingan tentang "janda" di sosmed.

Well, predikat janda emang sesuatu banget di kalangan masyarakat. Status janda bagi sebagian besar orang dipandang miring. Banyak kasak kusuk dan bahkan cemoohan dari orang - orang nyinyir. Terutama yang memandang orang dari status sosial di masyarakat. oh helllooo uda mau 2017 coy. Masih jaman mandang orang dari statusnya?

Ga ada perempuan dimanapun di dunia yang bercita - cita jadi janda. ya kaliii... hahaha.  Lebih enak masih punya lakik, ada yang kelonin tiap malem.. 😂😂
Lain cerita kalo pasangan kita meninggalkan karena menghadap sang pencipta 🙁🙁

Gue sendiri memilih untuk menjanda. Kenapa? ya karena gue ingin bahagia. Untuk apa punya pasangan jika harga diri dibantai dan disakiti. Gue salut banget sama perempuan yang masih bertahan dengan pasangannya walaupun disakiti. Entah karena memang benar - benar cinta atau hanya mempertahankan status dan risau tentang pandangan masyarakat. Itu hak mereka.

Gue sangat respect juga dengan perempuan - perempuan mandiri yang memilih hidup sendiri dan bahagia dengan caranya sendiri. Tidak perduli apa kata orang, karena mereka sendiri yang merasakan dan menjalani hidup mereka.

Nah ini nih, bagi orang - orang yang sering nyinyir. Perempuan yang memilih untuk hidup sendiri tanpa suami harus siap menanggung semua sendiri terutama biaya hidup dan anak. Kalo loe - loe pada masih ada suami yang menyokong, kami harus bekerja lebih keras. Tidak semua wanita single a.k.a janda demen morotin lakik orang ya. Jadi jangan disamain. Baru loe tau statusnya janda, loe mikir dia pasti perebut lakik orang. oh hellooo... pinter dikit. Dengan memilih status ini, perempuan yang cerdas sudah siap dengan segala konsekuensinya. Termasuk bekerja lebih keras dari perempuan lainnya.

Janda, apalagi yang memilih status ini karena tersakiti pasangan sebelumnya sangat lebih mengerti bagaimana rasanya pasangan berpaling. Sakit.. Gue aja sampai kurus. Gue pribadi sangat menghindari lakik yang masih berstatus suami orang. Jadi kalo loe punya pandangan semua janda suka rebut lakik orang, terserah loe  😂😂. Ga sedikit perempuan - perempuan lajang kekinian pun doyan lakik orang yang mapan lho. Demi mencukupi gaya hidup. Tanpa peduli si lakik punya anak istri yang penting isi dompet. Nah lho...

Jangan heran kalo kami lebih menggoda, dalam artian berpenampilan lebih menarik dari sebelumnya. Gue pribadi nih, sejak memilih menjadi single mom jadi lebih tenang dan lebih ringan karena semua beban rasanya hilang. Luka - luka dan sakit hati udah menguap. Jadi lebih happy, dan secara tidak langsung jadi bisa memperhatikan penampilan. Apalagi dulu, penampilan juga menjadi faktor kenapa gue bisa menyandang status ini sekarang.

Kembali lagi ke masing - masing individu. Membuka pikiran, wawasan dan pergaulan kita jadi lebih luas. Menilai orang dari kualitas diri bukan dari status sosialnya. Karena kita tidak tahu apa yang sudah mereka lewati.

Buat orang - orang yang nyinyir apalagi perempuan, yang masih lajang maupun yang sudah punya pasangan gue harap kehidupan asmara kalian berjalan sesuai kehendak kalian. Jadi, kalian tidak usah merasakan keseruan menjadi janda terutama janda muda seperti yang sering kalian cibir.

Roda kehidupan itu muter, kita tidak tau kapan dan apa yang akan terjadi nanti. Stay positive..

Sekali lagi, gue nulis ini cuma sekedar menyampaikan opini gue sendiri. Suka ga suka terserah yang baca..

yukm ahh cuus.. hujan2 mari merapatkan selimut. guling mana guling?? 😂😂😂

Sabtu, 19 November 2016

Aku dan Ruang Hampa (Sebuah Tulisan Pendek)

Tersungging senyum saat memandang deburan ombak dihadapanku. Laut begitu luas, tak ada batas. Tengadah keatas, awan - awan yang menggumpal layaknya permen kapas yang dijual di pasar malam beriringan entah kemana.
Pasir yg kududuki pun hangat, basah tapi hangat. Seperti orang gila, hanya duduk berjam - jam dengan berbotol - botol bir di tepi pantai sendirian. Apa yang sedang aku pikirkan, pun aku masih memilahnya. Entah pikiran mana yang saat ini ingin aku pikirkan. Mabuk? belum. Aku masih waras saat ini, masih bisa melihat lurus.
Waras? ya, waras. Keadaan bagaimana yang bisa dikatakan waras ? Kewarasan untuk setiap orang tak bisa kuukur. Apakah dia waras karena sudah berpakaian rapi? atau apakah dia waras karena berbicara dengan sopan dan manis? mungkin dia waras karena menjalani hidup dengan normal?
Normal? Apa yang diajarkan kehidupan tentang kenormalan? Siapa yang normal dan tidak normal? Sepertinya sekarang aku mulai terganggu dengan pikiran ini.
Anggap saja aku salah memikirkan apa yang harus dipikirkan.
Atau mungkin memang kewarasanku sedikit dipertanyakan.
Memandang jauh ke tengah samudra lepas kuakui membuat perasaanku lebih nyaman. Lihat laut tak memiliki tepi, tak berujung. Kadang tenang, tak jarang menerjang. Mengingat lagi kehidupan seperti laut, ya kan? Sesekali kehidupan begitu tenang, namun ada kalanya membuat tak menentu.
Kureguk minuman dibotol yang sedari tadi menemaniku. Kunyalakan sebatang lagi rokok dengan susah payah. Ya, hembusan angin ini membuat nyala api korekku menggigil. Kuhisap dalam, hembusan asap meliuk, menari kesegala arah.
Kemana arah takdir akan membawa langkahku? Aku tertawa, tertahan. Ya, kita sendiri yang menentukan kearah mana kita akan berjalan. Bukan takdir! Kita sendiri yang memilih tikungan mana yang kita lalui, kanan atau kiri.
Ya.. ya.. ya.. aku tau tak boleh menyalahkan takdir untuk airmata yang sudah mengalir. Aku tak boleh mengutuk nasib, yang memberiku kepedihan. Bukan, bukan nasib yang memberi pedih. Tapi pilihanku sendiri.
Aku pikir, orang - orang yang tertawa bahagia diluar sana sudah memilih hal yang tepat bagi hidup mereka. Ya, mereka tampak tertawa lepas. Sepertinya tidak ada beban.
Iri? pasti.. sangat iri bahkan. Bukannya aku tak tahu bagaimana rasanya tertawa. Aku sering tertawa. Bibirku yang tertawa. Hatiku? Apakah aku pernah benar - benar merasa bahagia? Bahagia karena tertawa atau tertawa karena bahagia? Ambigu.
Senja mulai merangkak pelan. Urat - urat langit pun memerah. Matahari sebentar lagi berpamitan dan membiarkan rembulan berjaga. Diiringi paduan suara jangkrik. Itu sebentar lagi, sementara aku masih disini memandang lautan lepas, hamparan pasir, sendiri.  Ya, aku SENDIRI!!
Tak ada yang ingin kesendirian. Namun aku meminangnya. Tanpa mas kawin, tak ada yang bisa kuserahkan. Kecuali diriku dan kehampaan. Jangan tanya apa yang aku miliki. Aku memiliki segalanya, keluarga, teman - teman, mata pencaharian dan kehampaan. Lagi - lagi hampa.
Tak pernahkan bersyukur? aku selalu bersyukur, bahkan untuk angin senja dingin yang menelisik di sela - sela rambutku saat ini. Namun, kekosongan ini tak bisa ketepiskan seperti menepis pasir yang menempel pada celana pendek kuning yang kukenakan.
Banyak hal yang aku paksakan, seperti berperang di dalam perutku. Rasanya tidak nyaman. Aku gamang akan apa yang  aku inginkan sesungguhnya. Seburam warna langit saat ini, sembunyikan semua cahaya.
Apa yang aku cari?
Apa yang aku perjuangkan?
Kemana aku berjalan?
Aku belum menemukan siapa diriku..
Meninggalkan pantai ini dan akan kembali lagi besok dan besok dan besoknya lagi.
Sampai aku bosan, sampai pasir yang aku duduki bosan, sampai hembusan angin ini bosan, sampai langkah kaki ku bosan.
Sampai aku bosan akan diriku.

Rabu, 09 November 2016

Hargai Harga Mati (Sebuah Cerita Pendek)

/hitamputihart.wordpress.com

Dia berjalan seorang diri. Ya, perempuan itu menyeret kaki nya melangkah. Keranjang yang digendongnya terlihat begitu berat. Sepertinya, rotan - rotan itu menyayat punggungnya. Wajahnya pun terlihat letih, sangat letih. Beberapa kali dia berhenti untuk sekadar menyeka buliran peluh yang menetes dibawah terik matahari siang itu.
Betapa kuatnya dia, pikirku. Pasti beban hidupnya jauh lebih berat ketimbang keranjang yang dia bawa. Usianya pun tampak belum begitu senja. Namun terlihat jelas, garis - garis keras dikulit wajahnya.
Kututup laptop yang sedari tadi kubiarkan menyala tak tersentuh. Sambil memberi tanda pada pramusaji yang melintas, ku rapikan semua kertas yang berserakan di meja.
"Mbak, ibu - ibu itu sering jualan di luar sana ya?" tanyaku sambil menunjuk perempuan itu.
"ohh, ibu Oja. Iya mbak, memang setiap hari beliau berjualan disana. Kenapa mbk?"
Aku tersenyum, menggelengkan kepala lalu menyerahkan sejumlah uang pada si pramusaji.
Nama beliau ibu Seroja, orang - orang mengenal dan memanggil beliau Ibu Oja, setiap hari berjualan membawa sekeranjang jamu yang pastinya berat. Kenapa aku baru melihatnya sekarang? terlalu larut dalam lara ku sendiri. Berjam - jam, duduk di cafe dengan laptop menyala tanpa disentuh, meratapi betapa kejamnya garis takdir.
Sampai - sampai banyak hal yang terlewat begitu saja.
Semakin dekat, semakin terlihat gurat lelah di wajah sang ibu. Pakaiannya sederhana, khas penjual jamu dengan kebaya dan kain.
"Jamu nya beras kencurnya ada, bu?"
" Lha? kok minumnya beras kencur to? kayak wong cilik ae nduk? kunyit sirih bagus, biar suami tambah sayang."
Ujarnya lembut dengan logat jawa yang kental. Aku balas tersenyum.
" Saya belum ada suami, bu. Berkali - kali disakiti. "
Entah kenapa aku menjawab dengan lengkap. Tak berharap iba.
"Ora opo - opo ta nduk, cah ayu kayak koe. Pasti banyak yang antre. Nanti pasti ada yang cocok."
DEENG.. Serasa di tampar. Aku masih tersenyum.
"Iya, suwun bu doanya. Ibu sudah lama berjualan? bantu suami ya,Bu? "
Kali ini aku yang balik bertanya.
Raut wajah Bu Oja berubah, matanya menerawang. Lama dia terdiam.
"Saya hidup untuk diri saya sendiri, nduk. Untuk apa hidup berpasangan jika tidak dihargai?" Ibu Oja mengambilkan segelas jamu, beras kencur.
"Sebagai perempuan, kita harus kuat nduk. Jangan mengemis pada laki - laki. Laki - laki yang baik tidak akan membiarkan wanitanya mengais dan menangis." ibu Oja tersenyum dan mengelap tangannya.
Aku meneguk jamuku pelan. Seperti tertusuk.
"Bagaimana dengan kodrat wanita yang harus mengabdi dan melayani suami,bu?"
kutatap lekat wajah bu Oja, yang pasti sangat memesona pada masanya.
"Nduk, mengabdi dan melayani itu kewajiban kita sebagai wanita. Disayangi dan dihargai itu hak kita."
"lantas?" tanyaku lagi.
"Pengabdian ora untuk laki - laki yang ndak bisa menghargai arti pengabdian itu sendiri,nduk." Bu Oja menyeka bulir keringat di pipinya.
"Biarlah, kita mengiklaskan lelaki seperti itu, saat kita pergi dia baru akan sadar. Ojo meratapi nasib sebagai wanita. Wanita ndak lemah." lanjutnya.
Aku mengangguk pelan, meneguk sisa jamu digelasku.
"Iya bu.." jawabku pelan.
"Jodoh, hidup, dan mati sudah ada yang atur." Dia menatapku lembut.
Baru saja bertemu, Ibu Oja sudah bisa menenangkan sedikit gundahku.
Ahh.. mengorbankan perasaan sendiri demi rasa cinta. Tidak salah, tapi sekarang aku merasa bodoh. Jika lelaki itu benar mencintai, dia akan menghargai dan menjaga perasaan wanitanya bagaimanapun itu. Pun seharusnya wanita bisa menyerahkan pengabdian dan cintanya pada lelaki yang mampu menggandeng tangannya dalam suka dan duka. Membuat satu sama lain tersenyum dan berjalan bersama. Memperjuangkan komitmen berdua.
Aku memeluk Bu Oja, menyerahkan selembar uang untuk membayar jamu yang sudah kunikmati.
"Suwun bu, besok saya datang lagi." bisikku dsambut senyum kecil si ibu.
Aku berjalan pelan meninggalkan bu Oja yang masih menunggu pembeli lain. Menekan sebuah nomer di Smartphone.
"Hai, aku ingin bertemu dan bicara sekarang. Tentang kita."

Selasa, 01 November 2016

Rindu Pun Gagu

kamu tau sering rindu tak mampu melagu
kamu tau kadang rindu membatu
kamu tau kadang rindu menjadi gagu
bersuara dia tak mampu
menarik narik huruf untuk dirangkai
hanya pada lidah terkulai
tak sanggup dia berandai
sering rindu sesatkan makna
bibir dan hatipun tak senada
tak ada kata cinta
dimenangkan prahara
bisakah kutarik kau kembali
atau kubiarkan kau pergi

Rabu, 12 Oktober 2016

Mencabut Bukan Membunuh, Menepikan bukan Mengubur

Hey gengs..
Lagi patah hati?
Baru putus cinta?

Apa yang kalian rasakan saat putus cinta? pasti rasa tidak terima, sedih, kecewa, ngejleb dalem, atau malah biasa aja. Tergantung pengalaman kalian patah hati ya pastinya. Buat kalian yang sudah malang melintang di dunia perpatah hatian.. Pastinya kalian bisa lebih menerima kenyataan, atau malah jadi frustasi atau trauma. Nah lho.. Kalo emak sendiri gimana hayo????

Patah hati saat baru putus itu biasa. Kita akan merasakan sedih karena kita terbiasa untuk saling berkomunikasi, sharing, tertawa, pergi bareng, makan bareng, kentut bareng.. oops..
Saat putus, sebagian dari kita masih berkomunikasi baik walaupun tidak se-intens saat berpacaran dan sebagian lagi bahkan tidak berkomunikasi sama sekali, semua account socmed di block. Hayoo kalian termasuk yang mana?

Kalau emak sendiri, lebih memilih masih berkomunikasi baik. Kenapa? kok bisa?
Memang perlu ketahanan dan kekuatan ekstra untuk masih berkomunikasi dengan mantan apalagi kalau putusnya menyakitkan. Perlu waktu untuk kita memaafkan dan merelakan apa yang terjadi. Memaafkan mereka yang menyakiti kita, memaafkan diri kita sendiri dan merelakan jika mereka harus pergi dari kehidupan kita.

Mencabut bukan membunuh.
Perasaan itu seperti pohon menurut emak, ada akar yang membuatnya tumbuh. Jika kita inginn melupakan, kita harus mencabutnya pelan sampai ke akar. Pelan - pelan jangan sampai ada yang tertinggal. Dengan memaafkan dan tidak menaruh dendam ataupun benci  Saat kita mencabutnya terlalu cepat dan keras mungkin saja masih ada sisa akar yang menempel. Membuat kita susah move on. Trus? kalau dibunuh gimana? Kalau dibunuh, nanti bisa gentayangan terus menghantui kalian. Saat kalian tidur, dia datang lalu tertawa seram. hihiihiiiiiiii.... mau?? ga kan... hahahhaa..

Menepikan bukan mengubur.
Perasaan itu jika dikubur bisa bangkit lagi lho. Saat tiba - tiba saja kalian teringat atau melihat sesuatu yang mengingatkan kalian tentang sang mantan. Bapeer dah bapeer...

Memang tidak mudah menepikan perasaan yang sudah ada. Apalagi jika perasaan itu tumbuh dengan perlahan, dari tiada menjadi bunga saat badai dan waktu terburuk. beuuhhhh... Biasanya yang kayak begini, walaupun sebentar pasti berkesan. Butuh waktu lebih lama untuk menepikan dan memberikan ruang untuk perasaan yang baru.

Give your heart a break 
Jangan terburu - buru mencari dan menumbuhkan perasaan yang baru. Berikan waktu hatimu untuk bernafas, walaupun lebih mudah melupakan jika ada keseruan dan petualangan baru.

Have fun 
Manjakan dirimu dengan melakukan hal - hal yang kamu sukai. Ga usah mahal sampai ke luar negeri atau luar angkasa. Kalo emak sih dikasi film horor terbaru atau mandangin pantai sambil ditemenin minuman dingin uda seneng banget. Balik lagi ke cara kalian masing - masing.

Masih banyak sih caranya menepikan perasaan..

Jangan galau lama - lama yah.. hehehe.. seperti biasa, ini hanya opini emak aja. ga usah ditanggepin serius.. cuuss..


Senin, 10 Oktober 2016

Suara - Suara Dalam Kepala

ini suara dalam kepalaku
mereka berdengung
meributkan kemana perginya kamu

ini suara dalam kepalaku
mereka bergumam
menanyakan hilangnya sedikit cahaya di mataku

ini suara dalam kepalaku
mereka berbisik
menyebutkan namamu pelan

ini suara - suara dalam kepalaku..
berdengung bergumam berbisik
sekarang suara itu meneriakkan kerinduan

suara - suara itu
menyampaikan apa yang tak bisa bibirku ucap
tentang rasa yang tak tersampaikan

tak ada harapan yang kugenggam lagi
kecuali bahagia dan senyummu
biarkan suara - suara itu menggangguku

tetaplah tersenyum
tanpa aku disana
tanpa kamu disini

saat nanti perasaan itu kembali
saat nanti rindu tak bisa dihempas
akan ada dua tangan yang saling menggenggam
kembali...





Minggu, 09 Oktober 2016

Senyum Senyum Manja Walau Hati Merana


hey gengs..
Pertanyaan pertama yang emak jawab adalah, bagaimana caranya menjalani hidup dengan tetap tersenyum walau realitanya tak indah?
Hidup, bicara tentang hidup, kita akan berhadapan dengan dua sisi yang bertentangan. Baik buruk, hitam putih, suka duka, susah senang, jatuh bangun.
Tidak ada hidup yang hanya senang atau hanya ada susah.
Semua orang pasti pernah ngalamin yang namanya saat bahagia walau kadang sedih. Karena kita tidak akan tahu bagaimana rasanya bahagia jika tidak pernah bersedih. Begitu juga sebaliknya, kita takkan tau sakitnya terluka dan sedih jika tak pernah merasakan senang.
Bahagia itu pilihan.
Banyak orang mengeluh tentang betapa susahnya hidup yang mereka jalani. Mengeluh, itu wajar. kita perlu berkeluh kesah dan mengeluarkan apa yang sedang kita rasakan. Namun, saat kita memilih untuk mensyukuri apa yang kita punya saat ini, kita akan merasa lebih baik. Kala kita bahagia, senyum itu dengan sendirinya akan datang.
Tersenyum saat hati menangis..
Kita tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi. Bisa saja, detik ini kita bahagia, 5 menit kemudian kita merasakan kesedihan dan luka yang teramat sangat. Kita harus siap dengan segala situasi.
Contohnya, saat tiba - tiba diputusin pacar karena suatu hal. saat kita mencoba memberikan penjelasan, tidak mau didengarkan. Ya.. itu nyesek. Tersenyumlah walaupun sakit, ingatlah masa bahagia yang pernah dijalani. Bahwa dia pernah menjadi yg terindah, sehingga kita tidak menanggung beban kebencian atau amarah.
Ikhlas dan memaafkan keadaan..
Karma itu mutlak menurut emak. Disaat kita sedang jatuh dan merasa sedih, kita sedang menjalani karma buruk kita di masa lalu. Ikhlaskan dengan tetap berbuat sebaik yang kita mampu. Tidak menyalahkan orang lain atas apa yang menimpa kita. Tapi memutar kembali ingatan akan apa yang pernah kita perbuat. Lalu, maafkanlah diri sndiri.
Saat kita bisa berdamai dengan keadaan, dengan sendirinya senyum itu akan muncul. Sesakit apapun luka yang kita alami. Seburuk apapun perlakuan yang kita dapatkan.
aiihhh.. ketimbang perkara senyum aja ribet bener deh si emak..
Emak idupnya uda bener belum??
Ga ada hidup yang benar dan salah. tergantung bagaimana si individu ngejalanin hidupnya sebaik yg dia bisa dan tidak membuat orang lain terluka secara sengaja..
Serius amat mak.. kesambet??
Emak lagi putus cinta.. ya gini jadinya, bijaknya ngawur..
syukuri aja.. dan tetap tersenyuum ya gengs....
cuuussss...

Kamis, 06 Oktober 2016

Curhatan Si Emak Random


hey gengs..
mati listrik seharian di sekolah bikin baterai kosong.
pengen ngobrolin apa ya enaknya siang- siang begini? hmm 
Dari sekian post yang gue buat. gue baru nyadar kalo belum memperkenalkan diri.
penting ga sih mak? 
penting ga penting sih. yah.. kalo mau tau, silahkan dibaca. kalo ga, ya ga usah baca. tengok dikit ajah. gak apa apah.. sing kenken.. wkkwkkwkw..
well, inisial gue DG panjanganya DGGGGG... wkwkkwkw.. canda ding. panggil aja vie. kenapa blog gue title nya emak random? ya karena gue uda emak - emak. random pula. kadang kalo lagi kesambet jin iprit, bisa jadi motivator handal. bisa jadi lebih bijak dari cendikiawan. bisa dipercaya emang?
yah.. percaya ga percaya sih. 
Umur, baru 18 tahun  
(dilempar sandal swallow)
umur 18 + 10.. yahh 17 lah.. (lempar granat)
umur sayah 28 tahun. Single mom anak 1. kehidupan mengajarkan gue kalo hidup itu keraasss. loe bilang batu itu keras? loe ga pernah ngerasain kerasnya KEHIDUPAN. 
sok banget  
yak.. kenapa single mom, karena gue memilih untuk bahagia menjalani hidup.
wkwkkwkw.. nanti ceritanya di lain waktu aja, kalo ada yang nanya. soalnya kalo gue ceritain itu, bisa jadi lebih dari 10 ribu karakter. mati.. 
Profesi gue adalah seorang ibu rumah tangga yang mengambil pekerjaan sambilan menjadi guru disebuah sekolah swasta di Denpasar,BALI. Trus, sorenya mengajar di sebuah bimbingan belajar nasional yang sangat terkenal.
Nama anak gue Gandhi, sering dipanggil cendul kalo mommy Nya lagi badmood. umurnya 4 tahun. jangan tanya, dia juga random kayak mommynya.  
kenapa sih bikin blog begini? ga ada manfaatnya, random abis.
Awalnya memang suka nulis tapi bukan nulis yang serius. maunya jadi beauty blogger, sadar diri gue ga cantik and ga bisa danda. pupus..
pengen jadi fashion blogger, apalagiiii.. gue paling cuek sama penampilan. bukan cewek yg fashionable. yang nyaman cuma pake kaos dan celana pendek (kecuali kerja)
mau jadi food blogger, gue jarang jalan-jalan dan makan - makan ke tempat hits.
ya akhirnya, memutuskan menjadi RANDOM BLOGGER yang menulis apa saja sesuai dengan suasana hati dan apa yang dialami. Feel free..  dan pastinya ngasal. 
Yang pasti gue suka bercerita, gue suka ngobrol. Jadi feel free to read feel free to interpret my writing. yuhuuuuu.... 
ini eike.. 







Antara Aku, Kamu dan Orang Ketiga.




Kalau lagi berduaan, yang ketiga itu setan?? aahh masak iya sih??
Well, maraknya istilah "bojog" yg digunakan untuk menyebut orang ketiga membuat emak tergelitik untuk membahas tentang "bojog" eh orang ketiga ini.
Orang ketiga itu identik dengan perselingkuhan. Selingkuh, memiliki lebih dari 1 pasangan, menghianati pasangan, dan apapun itu istilahnya.
Kenapa harus selingkuh?
pertanyaan klise. Jawabannya pun beragam, mulai dari tidak adanya lagi rasa nyaman, memudarnya rasa cinta, rasa cinta yang berubah bentuk menjadi benci, pasangan yang egois, tidak ada lagi kecocokan dan orang ketiga yang sekilas terlihat nampak mempunyai lebih banyak kelebihan. Menurut emak, itu semua adalah pembenaran.
Apakah orang ketiga ini sepenuhnya salah? tidak.. Terkadang kita sering menyalahkan si orang ketiga, tanpa bercermin kembali. kenapa si orang ini bisa hadir. Tidak selalu orang ketiga ini menjadi penggoda. Lain cerita, kalau dia memang mengincar pasangan kita. Kebanyakan sih, karena alasan intern kita dengan pasangan. Let see..
Dalam sebuah hubungan percintaan atau berkasih-kasihan jelas ada 2 orang yang menjalani. Dua orang dengan karakter dan pemikiran yang berbeda,ya kalau sama, pacaran aja sama diri sendiri.. 
Perbedaan itu yang menyebabkan ketertarikan rasa sayang yang kemudian berkembang menjadi rasa saling memiliki.
Perbedaan itu pula, yang sering menjadi alasan perdebatan dan rasa tidak suka.
Saat rasa tidak suka itu muncul, hubungan berubah menjadi tidak nyaman, salah satu pihak merasa terbebani, lebih banyak mengalah kemudian merasa tidak nyaman. Godaan pun datang, saat ada pihak lain yang datang dan memberikan apa yang tidak didapat dari pasangan.
Yang lebih sering disebut dengan istilah orang ketiga.
Apakah itu pembenaran untuk mengalihkan  hati? emak menjawab TIDAK. Apapun alasannya, emak tidak setubuh, eh setuju..
Jika sudah merasa ada yang salah, harusnya kejujuran yang diutamakan. Sangat benar jika, penyebab ketidaknyamanan tersebut dibicarakan dan ditelusuri solusinya. Pun, jika tidak menemukan titik terang, kujujuran harus dipertahankan.
Lepaskan,.
Sebelumnya akhiri dulu hubungan yang sudah ada, kemudian memulai hubungan yang baru dengan yang membuat nyaman. Apa enaknya mempertahankan hubungan dengan pasangan sementara kita memikirkan si orang ketiga? Beban.. iya..
Bukan hanya kita menyakiti perasaan pasangan, kita juga akan merasa terbebani dan merasa bersalah.
Tentu akan muncul pertanyaan, kenapa? apa yang salah?
please, jika pasangan menanyakan hal ini, jangan menjawab dengan "kamu terlalu baik buat aku" untuk mencoba mengkamuflasekan perasaanmu atau dengan alasan menjaga perasaan pasangan.
Heloooo... helooo.. helooo... Bukannya kriteria pertama memilih pasangan adalah yang baik. Apa mau memilih pasangan yang kita sudah tahu dia tidak baik dan menyakiti lahir batin? Jawaban "kamu terlalu baik" itu ga greegeet!!
Lepaskan saja,. kecuali kamu memang type orang yang menyukai lebih banyak perhatian. Itu namanya maruk cooyy...
Coba aja kamu yang di duain atau ditigain.. pasti nusukk, sakit broooh sakit..
Untuk kamu yang pasanganmu selingkuh, lepaskan saja. Jika dia sudah menjalani hubungan yang lain, artinya kamu sudah bukan lagi yang dia harapkan. Lepaskan saja. Penyesalan akan datang belakangan. Biarkan dia bahagia dengan pilihannya, karena kamu juga berhak bahagia.
Untuk orang ketiga, yang memang sudah tau dari awal kekasihmu memiliki pasangan tapi kamu tetap mengejarnya, apakah kamu bahagia diatas pedihnya orang lain??
Untuk orang yang dituduh sebagai orang ketiga padahal kamu tidak tahu apa - apa, lebih baik telusuri dahulu. Dengarkan alasan, dan carilah bukti - bukti bahwa kamu memang benar sebagai orang ketiga atau kamu hanya sebagai kambing hitam.
Kembali lagi ke diri masing - masing. Emak mah cuma asal jeplak aja.. Kalau mau direnungkan serius, silahkan.. kalau tidak, ya ga apa - apa juga sih..
hahae..

Kamis, 29 September 2016

Everything has changed

Perubahan itu kekal..
ya.. kekal..
Perubahan terjadi karena banyak sebab.
Hal-hal buruk yang datang bertubi - tubi memaksa kita memilah lagi apa yang sebenarnya terjadi. Menarik kita untuk berdiri di depan cermin dan menghadapi bayangan kita sendiri. Bertanya apa yang salah.

Saat itu juga, semua keburukan yang tidak kita sadari memukul - mukul dan menjerat tanpa ampun. Tepat di titik itu kita menghela nafas dan mulai menyadari kesalahan - kesalahan yang kita buat.

Pun jika semua hal buruk bukan terjadi karena kesalahan kita sendiri, rasa sakit itu pasti tak kalah hebatnya.
Rasa sakit itu membuat kita terkadang mengubur kenangan pahit dan belajar menyemangati diri sendiri.

Belajar dari semua yang sudah terjadi, tak jarang membuat kita tanpa sadar menjadi pribadi yang berbeda. Bukan hanya yang tampak diluar, tapi bagaimana kita memandang sebuah masalah.

Kesabaran dipertajam, seringnya kita menjadi lebih bisa berkompromi akan segala hal. Jika dulu, amarah dan emosi tak terkendali, kini tanpa disadari yang kita lakukan hanya tesenyum.

Lebih percaya Karma.. Tidak bisa dipungkiri lagi, kita lebih mengandalkan tangan Tuhan. Kita percaya, tanganNya lah yang membuat kita lebih kuat.

Perubahan itu kekal ya kekal.. peubahan ke arah yang lebih baik.


Rabu, 21 September 2016

Terlalu mudah

tentang menjaga perasaan
tentang semua yang kau tau perihal cinta tentang harapan yang kau bagi percuma
tentang manisnya candu
tentang sumpah serapah yang terucap
apa yang kau tau tentang semua itu?
tentang dirimu yang kau tau pasti
hanya tentang bagaimana kau dipuaskan
tentang apa yg membuatmu bahagia
hidup terlalu mudah buatmu ya terlalu mudah
vie 2016

Selasa, 20 September 2016

Aku Hanyalah Aku

karena aku hanyalah aku yang hanya tau bagaimana menjadi diriku
aku tak bisa menjadi orang lain
aku bukan  dia atau mereka
aku hanyalah aku yang memang begini
aku mencintai dan mengerti dengan caraku
aku mengalah dengan caraku
aku ya hanya aku
tidak ada yang sama antara aku dia dan mereka
aku memikat dengan diriku
aku menangis dengan polaku
aku bukan dia atau mereka
aku hanyalah aku yang mencoba memasuki duniamu
dengan persepsiku yang terbatas
dengan berbekal hanya kompromi
yaa, inilah aku.
aku dengan caraku
bukan dia atau mereka.

beginilah kalo emak ga bisa tidur ya..
untung badan udah enakan..
yuukk ahh cus..

Drama dan Kesialan yang Seru

mumpung ga bisa tidur gara - gara tadi tidurnya kesorean bole dong ya emak cerita dikit.

setiap hari adalah hari yang seru. ya ga? pasti ada aja kejadian yang bisa kita tertawakan setelahnya.
tapi ini emang konyol banget.

apaan sih mak?

jadi kemaren itu gue lupa bawa tas yang isinya laptop, dompet, dan seperangkat alat make up ke sekolah. tas yg segede itu bisa ketinggalan apa lagi hati.. 😢😢
haiaaaahh...

gimana ceritanya bisa ketinggalan mak?

kemarin pagi - pagi buta gue uda selesai menyiapkan makanan dan perlengkapan untuk gandhi (anak gue) sekolah. singkat cerita semua uda beres, si emak pun uda dandan syantik mau ke sekolah.
saat akan berangkat, dimulailah drama yang lebaynya ngalahin sinetron India.
si gandhi tiba - tiba ngambek ga mau berangkat dan lebih memilih menonton tv.
" dek. ayo berangkat!"
" ga mau, mau nonton tv aja"
" ayo berangkat dulu. nanti terlambat"
" ga mau, maunya nonton tv!" mulai nangis
" ya udah, kalo gtu ibu tinggal ya." melangkah keluar kamar membawa semua barang si gandhi dan menaruhnya diatas motor. kemudian menyalakan motor. gandhi keluar sambil nangis.
" ibu jahat, ibu galak, ga mau sama ibu!!"
gue samperin, dia malah lari ke kamar. masih dengan tangisnya.
" ibu tinggal ya, beneran ni." gue keluar lagi, gandhi ngejar lagi. bener - bener kayak adegan di film india. untung ga hujan tiba - tiba trus ada backsound lagu mendayu.
setelah beberapa kali adegan, akhirnya si kecil itu mau berangkat. dengan senang hati gue berangkat nganterin dia kerumah pengasuhnya. kemudian berangkat ke sekolah dengan tenang.

di tengah perjalanan , teringat kalo belum ambil uang di ATM. dengan PD nya menepi di sebuah ATM di kerobokan, lalu menyadari betapa ringannya beban di punggung. dan ternyataaaaaaa... karena drama ala india-indiaan sebelumnya, gue lupa ambil tas yang memuat semua alat perang ke sekolah.
mau balik kerumah jauh, belum lagi nanti terlambat. ya sudah. diiklaskan saja..
Untungnya tas makanan sudah nangkring di motor jadi gue nya ga kelaperan.

biasa ya, udah emak - emak. ada aja yang dilupain. mana ngajar sampai malam. untungnya ada banyak heroes yang membantu. miss setia yang merelakan make up nya gue jajah and my bee angga yang rela nyamperin ke kantor trus ngajak dinner.

hari - hari emak emang selalu seru..
seru kalau kita menganggap itu sebuah keseruan bukan kesialan. wkwkwk

ehh uda jam 12..
blom ngantuk sih,.
tapi ya uda lah.. yuuk ahh cuss..

Minggu, 18 September 2016

AKU POSITIF!!!!!

aku POSITIF!!!

hey gengs...
kali ini gue mau sharing tentang berpikir positif kepada pasangan. Tapi walaupun kalian jomblo, ga apa-apa sih ya baca tulisan ini juga. ya mungkin aja 5 menit ke depan ada yang khilaf tiba-tiba mau jadi pacar kalian. amiiin....  😂😂😂

kalo gue sendiri sih ya. selalu berpikiran positif ke pasangan. bahkan sama mantan lakik gue 😒. Apapun yg dia katakan pasti gue percaya, kemanapun dia pergi gue ga curiga (ngakunya kerja). padahal, pikiran negatif selalu muncul, tapi dengan PD nya gue hempaskan atas dasar kepercayaan.

Bayangin aja, setiap doi pergi urusan "kerja" telepon ga pernah diangkat, chat ga dibales, dan gue?? PERCAYA!!
menunggu dirumah dengan sedikit gundah.

Bahkan saat beberapa teman memberikan alarm bahwa ada sesuatu, gue tetap percaya.. dan gue percaya kalo ada sesuatu yang salah, pasti akan terungkap dengan sendirinya.

daaaaaaan jeng jeng jeng... 😱😱😱😱
terungkaplah bahwa ternyata mantan lakik gue punya wanita idaman lain, alasan kerja tinggal alasan.

saat hal itu terungkap yang pertama disalahkan adalah gue.. ya emang harusnya sih.. "kamu terlalu cuek sama suami."
"kamu ga pernah mau tau suamimu pergi kemana!"

ohhh heloooo... 😓😓😓
bukannya cuek, tapi percaya. bukannya ga mau tau, tapi saat ditanya beribu kali, jutaan kali jawabannya cuma kerja. ditanya lebih lanjut takutnya marah. masak iya gue Musti buntutin kemana dia pergi. sekali lagi positive thinking 😫😫😫

Pada akhirnya, gue mergokin sendiri dan semua positive thinking itu tersapu badai katrina 🙍🙍

sekarang, saat sudah berpisah dan punya pasangan lain. ahayy... 😝😝
gue masih berpegang teguh pada asas POSITIVE THINKING dan KEPERCAYAAN
padahal, badai yang menerpa lebih kencang, lebih dasyat, menggelora, bergetaaar!!!

kenapa harus POSITIVE THINKING jika pada akhirnya yang terungkap sebaliknya??? 😶😶😶
ga kapok??? ga belajar dari kesalahan yang dulu??

emak pun menjawab...😳😳😳
begini.. percaya tidak percaya, jika kita berpikiran buruk, hati kita merasa ga tenang, ga konsen, jadi ga produktif dan males ngapa-ngapain. semua jadi ga beres.

sedangkan jika kita berpikir positif, kita merasa lebih tenang, tidak mengganggu aktifitas. walaupun kita ga tau pada kenyataannya apa yg terjadi.

jadi sekarang saat pasangan bilang lg kerja, lagi tidur, lagi boker, lagi nungging. ya gue percaya aja. positive thinking.

yakin aja, kalau memang ada yang tidak beres pasti akan terungkap dengan sendirinya. dan jika kenyataannya sama sekali tidak positif, kita harus bisa merelakan dan mengiklaskan apapun itu.

percaya deh, dengan mendendam dan mencaci ga akan membuat kalian tenang. malah lebih membuat sakit hati sendiri. ngapain juga dendam dan mikirin orang yang sama sekali ga mikirin perasaan kita. betul??

kayak lagunya kembaran gue, Raisa "USAI DISINI"  bukan nya aku mudah menyerah tapi bijaksana, mengerti kapan harus berhenti ku kan menunggu tapi tak selamanya. seperti menggenggam pasir, kalau kita menggenggam terlalu erat, pelan2 pasir itu jatuh dari tangan kita. genggam dengan lembut. sama seperti pasangan kita jika kita kekang dan curigai terus, tentu ga nyaman. beri kebebasan dan kepercayaan. nantinya jika kepercayaan kita dikhianati, itu urusan dia dan karmanya. gituuu gengs..

ihh si emak, gampang mak ngomong. kenyataannya susah banget dijalanin. 😭😭😭

ya memang lah, kalau gue ga ngerasain sendiri dan menjalani, gue ga akan bisa sharing begini. ya ga?? 😉😉

pasti banyak yang mikir apa yang gue share ini bulls**t.

bodo amat lah ya. tiap orang punya pemikiran masing-masing. dan entah kesambet jin dari mana nih si emak jadi serius begini.

sekali - sekali boleh lah topiknya serius dikit. tapi sekarang, emak mau ngasi anjing makan dulu ya gengs.. curhatnya dilanzuutkan lain kali aja. okee cyiin.. yuukk ahh.. cuusss  😘😘😘

Jumat, 16 September 2016

BAPER 911

BAPER..
BAPER itu, snack yg berlapis2 trus krunchy
itu wafer 😂
BAPER itu temen yang suka cari perhatian
itu caper 😥
BAPER itu kalo ga sarapan pagi
itu laper  😲

lha trus, BAPER itu apaan dong?
baper itu....
baper ituu...
neh kan gue baper mikirin apa itu baper.. 😱😱😱
apa sih.. ga jelas  😒😒😒

Baper itu singkatan dari terbawa perasaan.
emang perasaannya dibawa kemenong ciin??

perasaan terbawa semilir angin yang berhembus, menerbangkan separuh hati dan jiwa.. lalallalala  😙😙

😒😒 kapan seriusnya sih ni emak2 rempong.. 😹😹

oke serius, baper itu terbawa perasaan. saat kamu merasa diberi perhatian oleh seseorang atau diperlakukan dengan manis atau sering diajak berantem dan berdebat. perasaan dimana kamu merasa ada sesuatu yg lain di balik semua perlakuan tersebut.

kenapa ngomongin baper sih mak??

kemarin gue abis dicurhatin sama siswa. seorang siswa cowok yang merasa tampangnya biasa aja tapi banyak cwe yang merasa dia PHP dan bikin baper.

saat gue tanya " kok bisa? emang kamu ngapain?"
" saya ga ngapa2in miss. cuma sering jawab soal bareng, kasi tau dia cara jawab, trus chat nanya ada les apa ga. masak dia baper trus saya dikira suka sama dia.." " saya jadi di chat terus, padahal saya ga suka. jadi saya diemin. trus saya dibilang php"
"😤😤😤😱😱😱 yaiyaaaalah kamu dibilang php.."
"kok bisa miss?"

terus, ada juga siswi yang bercerita," temen saya miss, dibantuin ngeluarin motor sama kakak kelas. bapernya ga ilang ilang setaun. mpe sekarang masih baper padahal cuma dibantuin sekali itu doang"

😒😒😱😱😱😟😟

begini jawabannya

gini ya, sebagian besar perempuan walaupun tidak semuanya, berpikir dengan perasaan. seringnya dihubungi dan dibantu atau diberi perhatian secara tidak langsung membuat mereka merasa spesial. walaupun, para lelaki kadang menganggap itu biasa saja. apalagi jika perempuan itu memang orangnya agak GRan atau baperan. wkwkwkw.. gue melihatnya dari sudut pandang sebagai perempuan ya. serba salah sih, kalau dicuekin disangka sombong. kalo diterusin malah kebaperan. repot atuh..

trus gmn dong?

ya kalo ga mau ada insiden baperisasi, bersikap dan bercanda sewajarnya aja. kita sendiri pasti sudah tau, mana bercandaan yang nyerempet menimbulkan gejala baper, mana yang masih dalam ambang batas wajar.

daaaan.. untuk yang merasa mudah terserang gejala baper. jangan GR dulu. pelajari dulu karakter si penaruh perhatian, apakah dia melakukan hal yang sama ke semua temannya atau hanya sama kamu.
biasanya yg begini, si pembuat baper adalah orang yg supel, humble, dan mudah bersosialisasi. enak diajak ngobrol dan curhat.
jangan dlu baper atau GR sebelum dia menyatakan kejelasan dari perhatian yg dia berikan.

ya elaaah.. jadi serius amat yak..

nah cukup segitu dlu bapernya..
emak mau lanjut nyuci dlu yak..
yg diatas cuma opini si emak random.. jadi ga usah diseriusin banget bacanya..
yuukk ah.. cuus.. 😘😘😘

Kamis, 15 September 2016

Babiku sayang aku yang malang


          "gue ga makan daging babi.."
Kalo kalian tinggal di luar Bali, mungkin kalimat itu ga asing. wajar lah ya.
Tapi, beda kalo kalian orang Bali, khususnya Hindu. kalimat itu akan terasa juanggal buanget. lha kenapa? karena makanan khas di Bali itu bahan dasarnya kebanyakan daging Babi. mulai dari lawar, babi kecap, yang paling enak itu babi guling. beuhh.. ngiler dah gue.

sayangnya iler gue jadi mubazir, karena gue kagak bisa menikmati lezatnya, garingnya, juicy nya ntu daging babi.
Nestapa, sedih, hati hancur berkeping-keping. Oke, itu alay.. ga sampai segitunya kok.

pertanyaannya adalah, kenapa gue ga bisa menikmati "surganya" daging babi?

jawabannya adalah...
boleh phone a friend??
atau 50:50
jadi tambah alay..

Gue mulai ga makan babi dari 2 tahun yg lalu. sebelumnya jangan ditanya, hampir tiap hari gue makan yg namanya olahan babi. tetapi, semua itu berubah saat negara api menyerang. ngasaal..
hahahhaha.. bukan negara api. tapi setelah makan babi, gue terserang rasa pusing yang maha dasyat sampai -sampai tidak bisa membuka mata. kemudian diikuti oleh hal yang sangat boros, memuntahkan semua makanan yang sudah gue makan. Beli makanan mahal - mahal cuma buat dimuntahin. iyuuuhh banget kan.
mulai sejak itu, beberapa kali gue mencoba makan lagi dan terjadi hal yang sama. oke fix, akhirnya gue sadar. gue ga boleh makan sesama. hahahhaha..

ntar deh dilanjut lagi ceritanya.. emak mau makan siang duluk... yuukk ahh.. cuusss..

Hati - Hati Diabetes Hati

Orang bilang, hati - hati menaruh kepercayaan sama orang. Bener juga sih ya. kita ga bisa percaya sama satu mulut aja. apalgi yang manis, trus manisnya kebangetan. tau kan kalo yang manis - manis itu ga baik bagi kesehatan. bisa bikin diabetes. Gimana kalo hati yang diabetes ya? kebanyakan dapet kata - kata dan perlakuan dengan pemanis buatan. hati - hati lho. Hati yang diabetes susah disembuhin.
Biar ga diabetes hati gimana caranya?
pertama, setelah mendengar ucapan yang sekiranya kemanisan. jangan dipercaya dulu. iya - iya in aja.
kedua, kepoin sumber terpercaya yang bisa memberikan keterangan lebih meyakinkan. kalau bisa lebih dari 2 sumber.
Jika sumber - sumber terpercaya itu memberikan keterangan yang sama tapi berbanding terbalik dengan si mulut manis. Kebenarannya patut dipertanyakan.

ya gitu aja sih..
Waspadalah.. pemanis buatan tidak baik bagi kesehatan.

ini si emak random ngomong apa sih?
namanya juga random. bole dong analogi kemana mana.. yuuukk ah.. cuuss..